Saturday, 30 October 2010

Inilah tempat yang berkaitan dengan sejarah Gunungwuled

www.jemarigunungwuled.or.id

Jejak Kiai Wuled, pendiri Desa Gunungwuled memang tidak mudah dilacak. Tapi setidaknya ada beberapa lokasi yang disebut-sebut masyarakat sekitar sebagi cikal bakal lahirnya desa Gunungwuled ini. Di manakah tempatnya?

1. Perigi

Perigi mungkin tidak tepat disebut sebagai hutan Perigi karena tempat ini tidak terlalu luas. Lokasinya berada di tepi sebelah barat sungai Bawang - Gunungwuled. Penanda tempat ini adalah adanya beberapa pohon besar yang berusia ratusan tahun. Di sekitarnya sudah sangat susah menemukan jenis dan usia pohon seperti itu.

Dahulu di tempat ini terdapat bangunan gubuk sebagai tempat istirahat orang yang berziarah baik dari desa Gunungwuled atau warga luar desa. Tapi sejak sekitar sepuluh tahun lalu, gubuk itu sudah tidak ada lagi. Lantas apa yang diziarahi? Ada dua makam di dalam Perigi - Gunungwuled. Namun tidak ada batu nisan yang mejelaskan nama orang yang dimakamkan. Tapi masyarakat Gunungwuled menyebut makam itu adalah makam Kiai Wuled dan pengikutnya. Jika hal ini benar, maka inilah titik mula kita bisa menelusuri sejarah Kiai Wuled serta asal usul desa Gunungwuled.

Perigi - Gunungwuled dikenal angker. Ada banyak cerita dan mitos yang beredar mengenai tempat ini. Terlepas dari kesan angker yang ada, tapi adanya kepercayaan itu justru menyelamatkan tempat ini dari kerusakan. Orang tidak berani berulah ditempat ini. Apalagi menebang pohon sembarangan.

2. Makam pengikut Kiai Wuled

Dahulu ada sekitar sembilan atau sepuluh makam di sebelah timur Sungai Bawang - Gunungwuled. Masyarakat sekitar menyebut makam tersebut merupakan makam para pengikut Kiai Wuled. Tempat ini juga menjadi satu kesatuan lokasi ziarah dengan Perigi. Di sebelah timurnya terdapat batu besar yang seolah bergantung di atas tebing tapi tidak pernah jatuh. Orang yang mencoba menjatuhkan batu itu tidak pernah bisa. 

Sayangnya, peninggalan makam keramat itu kini tidak akan dijumpai lagi. Di atas makan itu kini telah dibangun rumah bertingkat. Sementara makam telah dipindahkan ke pemakaman umum Desa Gunungwuled, tapi tidak jelas lokasinya dimana.

3. Si Onje

Si Onje berada di tepi Sungai Gintung - Gunungwuled. Tempat ini berupa petilasan yang masih ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah hingga saat ini. Kebanyakan pengunjung justru dari luar desa Gunungwuled. Mereka biasanya berkunjung di hari Selasa atau Jumat Kliwon.

Tempat ini berupa hutan kecil dimana terdapat sejumlah makam di dalamnya. Tidak jelas makam siapa yang berada di sana. Tapi masyarakat Gunungwuled menyebutnya sebagai makan dari Syeh Rubiyah Kembang.  Tokoh itu sangat lekat dengan sejarah berdirinya Kadipaten Purbalingga dan Kadipaten Pasirluhur (sekarang Kabupaten Banyumas). Jika benar, maka pada zaman dahulu, Gunungwuled memiliki peran yang penting bagi pemerintahan setempat.

Bagi para peziarah disediakan tempat istirahat berupa beberapa gubuk yang cukup luas. Sebelum memasuki bulan Ramadhan digelar acara tutupan dimana acara ziarah tidak diperbolehkan selama bulan Ramadhan.

4. Gunung Korakan

Menurut cerita tutur para sesepuh di desa Gunungwuled, Gunung Korakan yang berada di sebelah selatan desa konon menjadi tempat pijakan kaki kiri Kiai Wuled ketika melakukan tiwikrama karena murka terhadap anak dari Adipati Onje bernama Cakrakencana.

5. Gunung Siringgeng

Gunung ini berada di sebelah selatan desa Gunungwuled. Konon gunung ini menjadi pijakan kaki kanan Kiai Wuled saat menentang Cakrakencana.

Mari kita jaga tempat bersejarah dan budaya yang menjadi tanda lahirnya desa Gunungwuled. Jangan sampai tergusur seperti makam para pengikut Kiai Wuled. Tugas kita semua untuk menjaganya.

Sofyan NH



Artikel terkait:

11 comments:

Anonymous said...

Oooo...makasih infonya. Tp kok msh blm jelas asal-usulnya?

indry said...

memg sudh slyknya ank gwul tau sjrh'y..
bukn cma msa kni'y..

Batox g-wuld said...

s'7 berman faat banget buat w pribadi sebagai penerus rayat g-wuld ...
pemberi tahuan ini sangat berman faat bngt ,jdi kita bisa tau sejarah mengenai gunung wuled .
desa yg sangt indah....


heheheheheh

bintang azzura said...

like this,mas sofyan..

Anonymous said...

Rumahku di samping Prigi depan SDN 1
Gunung Wuled, masih keturunan langsung Kyai Wuled.
Salam Kenal.
Endah Nastuti

asghar kelontelawala said...

walaupun jauh dari Gwul,, semoga desaku ini mampu bersaing di kancah wisata daerah sekitanya.. like thisss

Ideaku said...

Siapa sebenarnya Kiai Wuled? Ada yang tau?

Ideaku said...

Dalam sebuah cerita tutur. Kyai Wuled digambarkan sebagai tokoh berwibawa yang berani menentang pusat pemerintahan Kadipaten Purbalingga. Ketika kadipaten berupaya memaksakan kehendak atas tanah leluhur ini, Sang Kyai murka dan berontak.

Kedatangan putra Adipati Onje berjuluk Pangeran Cakrakencana bersama pasukannya ditentang. Sang Kyai berubah jadi raksasa. Kaki kirinya menginjak gunung Korakan di sebelah utara, kaki kanannya menghujam gunung Siringgeng di sebelah selatan.

Suaranya yang keras membelah langit, meminta Pangeran Cakrakencana agar tak usah memaksakan kehendak. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung. Pangeran Cakrakencana bersama pasukannya pun ketakutan dan lari tunggang langgang menjauh dari tanah merdeka ini.

Siapakah Kyai Wuled sebenarnya?????

Bintang Megasaputra said...

Owh gitu ceritane

Bintang Megasaputra said...

Sedulur lurahe siki sapa ya?

Anonymous said...

Lurahe Pak Mangku

Post a Comment

Budayakan meninggalkan jejak di blog yang dikunjungi dengan memberikan komentar, terimakasih....

 
Desain diolah oleh Sofyan NH | Bloggerized by Ideaku Online | Gunungwuled