Monday, 3 September 2012

Bandara Wirasaba, Gerbang Udara Jawa Tengah Selatan

Bandara Wirasaba Purbalingga

Purbalingga boleh berbangga. Rencana menjadikan landasan udara (Lanud) TNI AU, Wirasaba menjadi bandara komersial bakal segera terwujud. Sinyal positif itu datang dari manajemen maskapai penerbangan berjadwal dan sewa, Susi Air pekan lalu. Mereka mengumumkan kesiapannya untuk menjadi maskapai pertama yang membuka rute penerbangan Jakarta-Purbalingga. Burung besi buatan Amerika Serikat, Cessna C208 B Grand Caravan pun telah disiapkan untuk melayani rute baru itu. Kapasitas tempat duduk pesawat memang cuma bisa menampung 12 orang. Tapi cukup lah, untuk mengawali sebuah rute perintis.

Kabar komersialisasi Lanud Wirasaba dan pembukaan rute penerbangan Jakarta-Purbalingga tentu sangat menggembirakan. Apalagi keinginan masyarakat Purbalingga untuk memiliki bandara komersial sudah ada sejak lama. Maklum, selama ini angkutan darat menjadi satu-satunya moda transportasi yang bisa ditemui. Sedangkan perkembangan jaman menuntut tersedianya moda transportasi udara untuk mendukung mobilitas terutama bagi para pebisnis.

Jika bandara komersial Wirasaba terwujud, manfaatnya bukan hanya dirasakan warga Purbalingga tapi juga kabupaten-kabupaten di sekitarnya di wilayah Jawa Tengah Selatan, sebut saja Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, Wonosobo dan Kebumen.  Sebagai gambaran, jika sebelumnya perjalanan darat Purbalingga-Jakarta harus ditempuh sekitar 10 jam hingga 12 jam. Kelak, perjalanan itu bisa ditempuh dengan pesawat hanya dalam waktu satu jam saja. Lalu perjalanan ke kabupaten di sekitarnya bisa diteruskan dengan perjalanan darat. Sangat efisien bukan? Kelak, Purbalingga akan menjadi pintu masuk utama kawasan itu.

Bagi Purbalingga sendiri, jalur transportasi udara akan mendukung pengembangan potensi daerah seperti sektor pariwisata, pertanian dan industri. Untuk sektor Pariwisata, kita punya beragam obyek wisata dengan obyek wisata air Bojongsari (Owabong) sebagai andalannya. Di sektor pertanian, banyak sekali komoditas yang bisa diandalkan seperti kapolaga, cengkeh dan panili. Sedangkan di sektor industri, puluhan industri rambut palsu yang merupakan penanaman modal asing (PMA) dari Korea Selatan menjadi penyedia lapangan kerja terbesar. Dengan dibukanya jalur transportasi udara, industri yang ada bisa semakin berkembang.

Pandanglah jauh ke depan. Transportasi udara akan membantu kelancaran logistik. Selama ini, salah satu penyumbang terbesar biaya ekonomi tinggi di Indonesia adalah biaya logistik. Sederhananya, biaya pengiriman barang dari satu tempat ke tempat lain sangat mahal. Akibatnya bisnis yang dijalankan kurang efisien. Nah Wirasaba ke depan diharapkan bisa dimanfaatkan untuk angkutan barang lewat udara. Alhasil, akan terjadi efisiensi waktu dan biaya yang lebih baik, khususnya untuk pengiriman produk-produk tertentu seperti elektronik.

Saat ini, landasan pacu Wirasaba memang baru bisa dipergunakan untuk pesawat-pesawat kecil. Tapi bukan mustahil suatu saat bandara dikembangkan lagi agar pesawat berbadan lebar bisa mendarat dan terbang dari sana. Jika segalanya terwujud, perekonomian daerah Purbalingga pasti ikut terdongkrak. Semoga.  

SNH


Artikel terkait:

1 comments:

Valena Michelle said...
This comment has been removed by a blog administrator.

Post a Comment

Budayakan meninggalkan jejak di blog yang dikunjungi dengan memberikan komentar, terimakasih....

 
Desain diolah oleh Sofyan NH | Bloggerized by Ideaku Online | Gunungwuled