Sunday, 7 April 2013

Inilah Potensi Wisata Gunungwuled


Gunungwuled

Di dunia pelesiran, nama Gunungwuled nyaris tidak pernah terdengar. Tentu bukan hal yang aneh karena lokasi desa ini yang jauh dari pusat kota Purbalingga. Lagipula, Gunungwuled memang tidak pernah tercatat sebagai daerah tujuan wisata. Tapi bukan berarti desa dari tokoh Kiai Wuled ini tanpa potensi. Desa yang berbatasan dengan hutan dan pegunungan sebenarnya menyimpan beragam potensi keindahan alam yang bisa dikembangkan sebagai tujuan jalan-jalan dan melepas penat.

Untuk saat ini, jika menyebut desa Gunungwuled sebagai tujuan wisata terdengar seperti sebuah khayalan. Tapi cita-cita itu sebenarnya bukan hal yang mustahil jika ada niatan serius dari para pemangku kepentingan di Kabupaten Purbalingga. Buktinya dengan kondisi alam tanpa polesan saja, ada tempat di Gunungwuled yang selama ini cukup ramai dikunjungi orang terutama pada hari libur dan Lebaran.
Upaya untuk menjadikan Desa Gunungwuled sebagai obyek wisata sebenarnya bukan tidak pernah ada. Saya masih ingat pada tahun 90-an, Dusun Bawahan - Gunungwuled pernah mendapatkan kunjungan dari Bupati Purbalingga. Salah satu tujuan kunjungannya adalah untuk mendukung air terjun Bawahan menjadi sebuah obyek wisata.

Untuk menjadi obyek wisata tentu saja tidak hanya keindahan alam yang akan dijual. Maka kesenian lengger dan kuda lumping yang sudah mati pun ingin dihidupkan kembali. Singkatnya, dengan latihan beberapa minggu, para seniman Gunungwuled yang masih tersisa akhirnya mampu menyuguhkan seni tradisional itu di hadapan bapak bupati. Sebuah acara yang menghibur, meskipun hari-hari berikutnya tidak ada perubahan berarti bagi Curug Bawahan sebagai sebuah obyek wisata.

Selain Curug Bawahan, beberapa tempat di Desa Gunungwuled juga layak dikembangkan menjadi tujuan wisata. Berikut ini ulasan lengkap potensi wisata Desa Gunungwuled:

1. Curug Bawahan

Curug dari bahasa Jawa artinya air terjun. Tempat ini disebut sebagai Curug Bawahan karena lokasinya yang berada di Dusun Bawahan Desa Gunungwuled. Air pegunungan yang mengalir pada air terjun ini berasal dari sungai Panyatan sehingga sebagian orang menyebutnya dengan nama Curug Panyatan.

Bagi masyarakat Kecamatan Rembang dan sekitarnya. Curug Bawahan sudah cukup dikenal sebagai salah satu tempat jalan-jalan. Tempat ini biasanya ramai dikunjungi muda-mudi pada saat hari libur atau Lebaran.
gunungwuled
Curug Bawahan

Jika ingin menuju Curug Bawahan, kamu bisa menggunakan mikrobus dari Terminal Purbalingga menuju terminal Desa Losari Kecamatan Rembang. Lama perjalanannya sekitar 45 menit. Selanjutnya perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan angkutan bak terbuka tujuan Losari - Gunungwuled. Tapi perjalanannya tidak perlu sampai ke Gunungwuled. Kamu bisa turun di Dusun Balong, lama perjalanan sekitar 10 menit.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke Curug Bawahan dengan menggunakan ojek atau berjalan kaki. Jika menggunakan ojek, perjalanan bisa ditempuh sekitar 20 menit. Sedangkan jika berjalan kaki, waktunya bisa dua kali lipat lebih lama.

Masalah transportasi memang menjadi kendala pengembangan Curug Bawahan sebagai sebuah obyek wisata. Selain tidak ada angkutan umum yang langsung menuju lokasi, aspal jalan dari Balong ke Curug Bawahan juga banyak yang mengelupas dan cukup membahayakan pengguna jalan. Apalagi medan yang ditempuh cukup sulit karena jalan yang menanjak.

Tapi kamu tidak perlu risau karena perjalanan yang melelahkan. Sepanjang perjalanan Balong - Curug Bawahan, kamu akan disuguhi pemandangan pegunungan di sekitarnya yang menawan.

Apalagi jika sudah sampai di lokasi air terjun, udara hutan pinus Gunungwuled yang sejuk menambah suasana asri. Dan tentu saja, kamu akan disuguhi pemandangan air terjun yang aduhai. Jangan lupa sentuh dan basuh muka dengan dinginnya air pegunungan yang nyeeeessss. Dijamin semua lelah dan penat langsung hilang.

GunungwuledDi dinding bawah sebelah air terjun sebenarnya ada sebuah gua yang cukup dalam. Tapi selama ini tidak ada orang yang berani masuk ke dalam gua karena jalan menuju gua harus melewati kedung atau muara air yang dalam. Selain itu, batu-batuan dan pintu gua sangat licin jadi membahayakan keselamatan orang yang akan memasukinya.

Selanjutnya dari bawah air terjun, kamu bisa melakukan pendakian melewati hutan pinus menuju bagian puncak Curug Bawahan. Di sana pemandangannya juga tidak kalah mengasyikan. Bagi yang setiap hari bergelut dengan hiruk pikuk dan kebisingan kota, inilah tempat yang tepat untuk mencari ketenangan, kedamaian dan ketentraman. Karena di sini tempatnya sunyi dan jauh dari pemungkiman penduduk.

2. Sumber Air Panas, Kali Anget

Di Jawa Tengah, ada sejumlah obyek wisata pemandian air panas yang terkenal seperti Baturaden - Purwokerto dan Guci - Tegal. Tahukah kamu bahwa Desa Gunungwuled juga memiliki tempat pemandian air panas? Ya, lokasinya berada di Dusun Pentul Gunung.

Sama halnya dengan Baturaden dan Guci, sumber air panas di Gunungwuled juga terjadi karena adanya kandungan belerang. Hal itu bisa tercium dari aroma yang keluar serta warna cokelat pada air dan batu di sekitarnya.

Belerang sendiri bisa menjadi obat penyakit gatal-gatal dan berbagai penyakit kulit lainnya. Wajarlah jika banyak orang ke tempat itu hanya sekedar untuk mandi.

Gunungwuled
Batu Granit Gunungwuled
Lokasi sumber air panas Kali Anget masih sulit dijangkau. Perjalanan dengan kendaraan bermotor hanya bisa ditempuh hingga Dusun Pentul Gunung atau sekitar 30 menit dari Gunungwuled. Di pedukuhan ini, kamu bisa melihat-lihat kerajinan batu granit dari masyarakat sekitar. Pentul Gunung memang menyimpan potensi tambang batu granit yang melimpah tapi belum banyak dimanfaatkan. Selanjutnya perjalanan dari Pentul Gunung ke sumber air panas Kali Anget harus ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 30 menit.

Jalanan yang harus ditempuh juga tidak mudah karena hanya berupa jalan setapak melewati ladang dan hutan pinus. Tapi jika kamu suka berpetualang dan menyukai tantangan, inilah wisata yang tepat. Boleh lah sekali-kali jadi Si Bolang.

Lokasi Kali Anget sendiri berada di pinggir sungai. Sumber mata air panas keluar dari dinding tebing yang penuh dengan pepohonan dan semak belukar liar. Tidak ada fasilitas apa-apa karena wisata alam Gunungwuled ini masih perawan. Hanya ada beberapa pancuran bambu yang disediakan bagi pengunjung yang akan mandi. 

Tempat ini sangat sunyi. Suara yang terdengar di daerah ini paling hanya suara gemericik sungai dan burung-burung hutan. Kali Anget sebenarnya sangat potensial untuk dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata Gunungwuled. Namun jika musim hujan, tempat ini cukup berbahaya karena lokasinya yang berada di pinggir sungai.

3. Curug Kalipete

Curug Kalipete merupakan satu rangkaian air terjun sepanjang Kali Panyatan. Lokasi tepatnya berada di Dusun Karang Anyar, Gunungwuled.

Perjalanan menunju Kalipete bisa dilakukan satu paket dengan perjalanan Curug Bawahan. Jadi setelah puas menikmati keindahan Curug Bawahan, perjalanan bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 30 menit ke dukuh Panyatan, Desa Gunungwuled. Grumbul itu hanya dihuni belasan kepala keluarga.

Dari Panyatan perjalanan dilanjutkan dengan menelusuri aliran sungai menuju Curug Kalipete. Perbedaan Curug Bawahan dengan Curug Kalipete teletak pada bentuk air terjunnya. Di Curug Bawahan, air terjunnya jatuh lurus. Sedangkan Curug Kalipete memiliki beberapa tingkatan air terjun. Oya sepanjang perjalanan dari Curug Bawahan - Curug Kalipete sebenarnya ada beberapa curug kecil di dinding-dinding tebing. Gunungwuled ternyata punya banyak air terjun ya....

4. Watu Geong

Watu Geong dari bahasa Jawa artinya batu yang menggantung. Ya, keunikan yang ditawarkan tempat ini adalah keberadaan batu raksasa sebesar rumah seperti menggantung di salah satu puncak Gunung Korakan, sebelah selatan desa Gunungwuled.

Pengunjung yang datang bisa naik ke bagian atas Watu Geong sambil melihat pemandangan luas pegunungan, desa dan kota yang tampak di kejauhan. Di bawah batu, ada sebuah goa kecil. Dari desa Gunungwuled, Watu Geong bisa ditempuh dengan perjalanan jalan kaki sekitar 30 - 40 menit. Jalanan menuju Watu Geong hanya berupa jalan setapak dan sebagian penuh semak belukar. Cocok bagi kamu yang suka berpetualang, tapi tidak bagi mereka yang hanya bertujuan untuk mencari kesenangan.  

5. Tradisi Tutupan Petilasan Si Onje

Di Desa Gunungwuled ada sebuah petilasan bernama Si Onje yang banyak dikunjungi orang dari luar daerah pada hari-hari tertentu. Tapi kunjungan orang ke Si Onje akan ditutup selama bulan puasa. Nah sebelum masuk bulan Ramadhan, ada sebuah acara yang digelar disebut "Tutupan".

Tradisi Tutupan Si Onje sudah berlangsung selama puluhan tahun. Pemilihan waktu acara biasanya dilakukan tepat pada hari Jumat Kliwon yang jatuh sebelum bulan puasa. Acara tutupan berupa bersih-bersih areal sekitar petilasan dan ziarah makam kuno yang terdapat di dalamnya. Warga Gunungwuled percaya bahwa makam itu adalah makam Syeh Rubiyah Kembang, tokoh yang lekat dengan sejarah berdirinya Kadipaten Purbalingga.

Saat acara tutupan, ratusan orang dari Desa Gunungwuled dan desa-desa sekitarnya berdatangan ke Si Onje. Mereka datang dengan membawa berbagai makanan seperti nasi tumpeng, lauk pauk dan sayuran. Di sana juga akan dipotong seekor kambing jantan yang langsung dimasak di pinggir sungai.

Seluruh makanan yang dibawa warga dan daging kambing yang sudah masak ditempatkan pada daun pisang sepanjang lorong petilasan. Setelah semuanya siap, tibalah acara puncak. Seremoni budaya Gunungwuled itu berupa pembacaan dzikir dan doa yang dipimpin oleh juru kunci Si Onje bernama Eyang Samsudin. Selanjutnya acara kenduri atau makan bersama dimulai. Setelah selesai orang-orang biasanya berebut sisa makanan yang ada untuk dibawa pulang ke rumah karena dipercaya bisa membawa berkah.

Acara Tutupan dengan melakukan ziarah makam, dzikir dan doa di Si Onje sebenarnya bisa dibuat lebih menarik. Kita bisa mengambil contoh tradisi penjamasan jimat di Kalisalak, Banyumas. Acara itu dikemas secara apik hingga dikunjungi oleh ribuan orang dari berbagai daerah. Sebelum dilakukan penjamasan jimat dilakukan karnaval yang melibatkan warga dan anak-anak sekolah. Selain itu ada beberapa pertunjukan kesenian tradisional yang disuguhkan. Kemasan acara seperti itu sebenarnya tidak terlalu sulit untuk diadakan di Gunungwuled.

SNH



Artikel terkait:

5 comments:

agen bola terpercaya said...

wooww mantap banget nih gan,,,

Bintang Megasaputra said...

Bengkok sawah petir tmpt yg indah menyimpan kenangan indah jamanku ngenger (1991-2003)

suMiie Miie said...

mau pergi kesana, explore wisata alam purbalingga,

Herlambang Blog said...

Manteepp (y)

agen taruhan judi online said...

bagus kakak artikel nya

Post a Comment

Budayakan meninggalkan jejak di blog yang dikunjungi dengan memberikan komentar, terimakasih....

 
Desain diolah oleh Sofyan NH | Bloggerized by Ideaku Online | Gunungwuled