Tuesday, 30 April 2013

Riwayat Dua Bioskop di Kota Purbalingga

Riwayat dua bioskop di Kota Purbalingga

Jaman dulu di Kota Purbalingga berdiri dua bioskop yaitu Bralink Theatre dan Rayuan Theatre. Keberadaan bioskop itu cukup memberikan hiburan bagi masyarakat. Jika ada film nasional baru yang diputar, warga berbondong-bondong datang ke bioskop. Pelajar SMA juga kerap menjadikan bioskop sebagai tempat paling favorit untuk menghabiskan sisa waktu sepulang sekolah.

Pada masa jayanya, dua bioskop itu gencar berpromosi dengan cara yang sangat tradisional. Setiap hari, ada mobil yang ditempeli poster film berkeliling kota. Woro-woro dilakukan dengan pengeras suara. Mereka membagi-bagikan kertas kecil berisi poster film dan jadwal penayangannya. Anak-anak kecil berlarian mengejar mobil itu demi mendapatkan potongan iklan bioskop itu. Di tempat-tempat umum juga banyak tertempel iklan serupa.


Bioskop Bralink dan Rayuan bersaing ketat mendapatkan penonton. Tapi Bralink yang usianya lebih muda dipandang lebih berkelas. Ada kebanggaan tersendiri kalau bisa nonton di bioskop Bralink. Alasannya tempat duduk di Rayuan yang berlokasi di dekat SMAN I Purbalingga banyak yang sudah reyot. Cat tembok sudah banyak yang luntur. Langit-langit ruangan bolong-bolong. Sedangkan Bralink yang terletak di dekat terminal bus Purbalingga (sekarang Toserba Indorizky), walaupun tidak terlalu bagus tapi kondisinya masih lebih baik dari Rayuan.

Keberadaan dua bioskop itu kini tinggal cerita saja. Saya sendiri tak sempat mencicipi hiburan warga Purbalingga itu hingga kedua bioskop dimakan jaman. Padahal tempo dulu dua bioskop itu memang terkenal seantero Kabupaten Purbalingga.

Akhir tahun 90-an, sebenarnya bangunan bioskop Bralink yang sudah reyot masih berdiri. Bioskop itu tidak lagi beroperasi. Rayuan malah sudah lebih dulu tutup lapak. Konon kabarnya pengelola tidak mau lagi memutar film karena jumlah penontonnya semakin sedikit. Setiap pemutaran film paling hanya ditonton lima sampai sepuluh orang. Pengusaha tidak mau rugi, jadi ditutuplah bioskop itu sampai sekarang.      

SNH


Artikel terkait:

2 comments:

My community said...

Saya sempat merasakan nikmatnya nonton di 2 bioskop tersebut, terkenang kembali saat2 saya masih kecil disana

Valena Michelle said...
This comment has been removed by a blog administrator.

Post a Comment

Budayakan meninggalkan jejak di blog yang dikunjungi dengan memberikan komentar, terimakasih....

 
Desain diolah oleh Sofyan NH | Bloggerized by Ideaku Online | Gunungwuled