Friday, 19 June 2015

Ternyata Ini Jejak Kolonial Belanda di Purbalingga

Di awal abad 20, negeri ini masih dalam cengkeraman bangsa kolonial. Sebagai daerah jajahan Belanda, Indonesia kala itu disebut dengan nama Hindia Belanda. Tak terkecuali Purbalingga, yang berada di wilayah Karesidenan Banyumas, terpaksa tunduk pada kekuasaan bangsa kulit putih dari benua Eropa ini. 

Jemari Gunungwuled berusaha menelusuri bukti-bukti sejarah era kolonial di kota ini. Tak sia-sia, penelusuran kami berhasil menemukan sebuah titik terang.

Sejumlah dokumen foto dari Lembaga Kerajaan Belanda untuk Kajian Asia Tenggara dan Karibia atau Koninklijk Institute voor de Taal-, Land- en Vokenkunde (KITLV) yang berpusat di Leiden Belanda berhasil menggambarkan era kolonialisme di wilayah selatan Jawa Tengah ini.

Empat dari enam foto di bawah ini  adalah gambar dari Wouter Theodorus van Dusseldorp. Salah satunya menunjukkan potret W.Th. Dusseldorp saat tengah memantau pembangunan jembatan beton Kali Klawing, Purbalingga pada tahun 1930. 

Dua potret lainnya masing-masing menggambarkan rakyat jelata Purbalingga yang berdiri berjajar di jalanan kota dan sebuah tanah lapang. Mereka kemungkinan tengah menyaksikan seremoni pembangunan Jembatan Kali Klawing. Jembatan tersebut kini telah dibangun ulang dan masih berdiri kokoh. Sebuah potret lainnya menggambarkan Dusseldorp tengah berpose di bawah pohon raksasa.

Penelusuran yang dilakukan oleh Jemari Gunungwuled belum berhasil membedah profil lengkap sang pejabat Hindia Belanda di tahun 1930 ini. Yang pasti tak terbantahkan, Dusseldorp menduduki sebuah jabatan penting pada masa pemerintahan Hindia Belanda tempo dulu.

Menilik data-data sejarah yang ada, setidaknya Dusseldorp berdinas di Hindia Belanda saat pimpinan tertingginya dijabat oleh Gubernur Batavia, Andries Cornelies Dirk de Graeff yang memerintah pada periode 7 September 1926 hingga 11 September 1931.

Selain potret kegiatan Dusseldorp, kami juga menyajikan potret seorang guru Eropa bersama murid-muridnya di Purbalingga. Ada juga potret sepasukan polisi bersama satu keluarga dalam sebuah acara perpisahan.

Berikut ini, jejak kolonialisme di Purbalingga yang diabadikan dalam bentuk karya fotografi:

1. Potret guru Eropa dengan murid-muridnya di Purbalingga diambil pada Februari 1932. Dokumen KITLV berjudul Vermoedelijk een Europese lerares met haar leerlingen te Poerbolinggo. 





www.jemarigunungwuled.or.id

2. Potret sekelompok polisi lapangan Purbalingga dalam sebuah acara perpisahan diambil pada 3 April 1939. Dokumen KITLV berjudul Groepsportret van de veldpolitie te Poerbolinggo ter gelegenheid van een afscheid.

www.jemarigunungwuled.or.id

3. Potret masyarakat Purbalingga diambil pada tahun 1930. Artist Dusseldorp, Wouter Theodorus van.  Dokumen KITLV berjudul Volksfeest te Poerbolinggo in Midden-Java.


www.jemarigunungwuled.or.id

4. Potret W.Th. van Dusseldorp di Purbalingga Jawa Tengah pada tahun 1930. Dokumen KILTV berjudul W.Th. van Dusseldorp te Poerbolinggo in Midden-Java.

www.jemarigunungwuled.or.id

5. Potret W.Th. Dusseldorp tengah memantau pembangunan jembatan beton Kali Klawing, Purbalingga 1930. Dokumen KITLV berjudul  W.Th. van Dusseldorp bij de bouw van een betonnen brug over de Klawing in de buurt van Poerbolinggo.

www.jemarigunungwuled.or.id

6. Potret W.Th. van Dusseldorp di bawah pohon besar di Purbalingga tahun 1930. Dokumen KITLV berjudul W.Th. van Dusseldorp bij kenaribomen te Poerbolinggo in Midden-Java.

www.jemarigunungwuled.or.id
Penulis: S.N. Hidayat


Artikel terkait:

1 comments:

Valena Michelle said...
This comment has been removed by a blog administrator.

Post a Comment

Budayakan meninggalkan jejak di blog yang dikunjungi dengan memberikan komentar, terimakasih....

 
Desain diolah oleh Sofyan NH | Bloggerized by Ideaku Online | Gunungwuled